
Jember – Perjalanan usaha tidak selalu dimulai dari modal besar. Bagi Uswatun Hasanah (30), warga Dusun Krajan, Desa Jatiroto, Kecamatan Sumberbaru, Jember, usaha kecil berjualan cilok menjadi awal perjuangannya membangun kemandirian ekonomi keluarga.
Sebelum memiliki warung seperti sekarang, Ibu Uswatun harus berkeliling dari gang ke gang menjajakan cilok. Penghasilan yang diperoleh pun tidak selalu sama. Sebagian besar hasil jualan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga menyisihkan uang untuk tambahan modal usaha maupun persiapan masa depan terasa tidak mudah.
Perubahan mulai dirasakan ketika salah satu pengelola KSP Syariah BMT Nuansa Umat Jawa Timur Cabang Sumberbaru mengajaknya bergabung menjadi anggota dan penabung aktif. Dari kebiasaan menyisihkan sebagian hasil usaha, perlahan Ibu Uswatun mulai memiliki simpanan yang dapat mendukung perkembangan usahanya.
Seiring waktu, usaha cilok yang dijalaninya terus berkembang. Dari yang sebelumnya hanya berjualan keliling, kini Ibu Uswatun telah memiliki warung sendiri. Menariknya, keberhasilan tersebut tidak membuatnya hanya berfokus pada kebutuhan hari ini. Ia mulai menyisihkan sebagian keuntungan untuk investasi emas melalui produk Cinta Emas (Cicilan Investasi Emas) di BMT NU Jawa Timur Cabang Sumberbaru.
“Alhamdulillah, dulu untuk modal saja susah. Sekarang setelah rutin menabung di BMT NU, warung cilok saya laris. Sisanya tidak buat belanja, tapi saya tabung emas. Sedikit-sedikit lama-lama jadi perhiasan, jadi tabungan masa depan anak,” ungkap Ibu Uswatun penuh syukur.
Menurutnya, menabung sekaligus berinvestasi emas melalui BMT NU terasa mudah dan ringan karena dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan. Ia pun merasa lebih tenang karena produk yang dipilihnya berbasis prinsip syariah.
“Ternyata ibu penjual cilok seperti saya juga bisa punya investasi emas. Di BMT NU itu mudah sekali, bisa nyicil 0,5 gram dulu, aman, dan sesuai syariah. Jadi jualan cilok lancar, tabungan ada, investasi emas jalan,” tambahnya.
Kepala BMT NU Cabang Sumberbaru, Ahmad Taufik mengapresiasi kesungguhan Ibu Uswatun dalam mengembangkan usaha sekaligus mengelola keuangannya.
“ Saya sebagai kepala cabang sangat mengapresiasi kesungguhan Ibu Uswatun dalam menabung dan mengelola usahanya. Beliau adalah contoh nyata bahwa disiplin dan kerja keras yang dilakukan secara konsisten akan membuahkan hasil,” ungkapnya.
Menurutnya, Ibu Uswatun tidak hanya menunjukkan semangat dalam menjalankan usaha, tetapi juga memiliki komitmen untuk mengatur keuangan dan mempersiapkan masa depan melalui kebiasaan menabung dan investasi.
Kisah Ibu Uswatun menjadi gambaran bahwa usaha kecil yang dikelola dengan tekun dapat berkembang secara bertahap. Penghasilan dari berjualan cilok tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga disisihkan untuk membangun aset masa depan.
Bagi BMT NU Jawa Timur, perjalanan Ibu Uswatun juga menjadi bagian dari komitmen untuk mendampingi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, agar semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan, menabung, dan mempersiapkan masa depan melalui investasi yang sesuai prinsip syariah.
Rasa syukur tersebut disampaikan Ibu Uswatun saat menerima kunjungan silaturahim Kepala Cabang dan pengelola BMT NU Cabang Sumberbaru di warung cilok miliknya, Sabtu (3/10/2026).
Dari cilok keliling hingga memiliki warung sendiri, perjalanan Ibu Uswatun menunjukkan bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi jalan menuju kemandirian. Bersama BMT NU, ia tidak hanya berusaha meningkatkan penghasilan, tetapi juga mulai membangun tabungan dan aset untuk masa depan keluarganya.