Dari Uang Receh Menjadi Aset Berharga, Kisah Inspiratif Ibu Puami Bersama BMT NU

19 Oktober 2026 Admin 2 Views


Sumenep - Di tengah kesibukannya berjualan rujak lontong, Ibu Puami membuktikan bahwa kebiasaan menabung sedikit demi sedikit dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan. Sejak bergabung menjadi anggota KSPP Syariah BMT Nuansa Umat pada 21 Mei 2022, ia terus berusaha menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabung, meski hanya Rp. 10.000 hingga Rp. 20.000 setiap hari.


Bagi Ibu Puami, menabung bukan sekadar menyimpan uang, melainkan ikhtiar untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Dengan ketekunan dan kedisiplinan tersebut, ia bersyukur karena berhasil membeli perhiasan emas dan seekor sapi untuk diternakkan. Usaha rujak lontong yang dijalaninya pun semakin berkembang.


“Alhamdulillah, sejak bergabung dengan BMT NU, saya mendapatkan banyak manfaat. Walaupun menabung sedikit demi sedikit, alhamdulillah saya bisa membeli emas dan sapi untuk diternak. Usaha saya juga semakin berkembang. Semua itu berkat adanya pelayanan dari BMT NU,” ungkap Puami.


Sebagai seorang janda yang menjalani kehidupan bersama anak dan cucunya, Ibu Puami memiliki semangat yang luar biasa dalam mengelola penghasilan. Ia menyadari bahwa kebutuhan hidup harus terus dipenuhi, tetapi persiapan untuk masa depan juga tidak boleh dilupakan.


Karena itu, ia berusaha istiqamah menabung setiap hari. Bahkan, ketika petugas penjemput tabungan sedang izin atau sakit, Ibu Puami tetap menyisihkan uangnya agar kebiasaan menabung tidak terputus.


Salah satu hal yang membuat Ibu Puami nyaman menabung di BMT NU adalah kemudahan pelayanan jemput tabungan. Ia tidak perlu meninggalkan usahanya untuk datang ke kantor dan mengantre. Petugas datang langsung untuk membantu proses menabung sehingga aktivitas berjualan tetap berjalan.


Kemudahan tersebut juga dirasakan ketika ia membutuhkan uang untuk keperluan usaha. Ibu Puami cukup menyampaikan kebutuhannya kepada petugas penjemput tabungan, kemudian keesokan harinya uang yang dibutuhkan dapat dibawakan.


“Menurut saya, pelayanannya bagus dan tidak ribet. Saya tidak perlu datang ke kantor untuk mengantre. Kalau membutuhkan uang untuk keperluan usaha, saya tinggal menyampaikan kepada petugas. Itu yang membuat saya tetap semangat menabung di BMT NU,” tuturnya.


Kebiasaan menabung yang terus dijaga Ibu Puami menjadi bukti bahwa keterbatasan penghasilan bukan alasan untuk berhenti mempersiapkan masa depan. Baginya, berapa pun jumlah uang yang disisihkan akan sangat berarti jika dilakukan secara rutin dan penuh kesungguhan.


Semangat Ibu Puami turut memberikan kesan mendalam bagi Kepala BMT NU  Rubaru, Hamiyatun. Sosoknya dinilai menjadi teladan karena tetap memiliki kemauan kuat untuk menabung secara rutin, meskipun usianya tidak lagi muda dan harus menjalani kehidupan bersama keluarga dengan segala keterbatasan.


Hamiyatun mengungkapkan rasa bangga sekaligus terharu melihat konsistensi Ibu Puami. Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa kebiasaan baik seperti menabung dapat tumbuh dari siapa saja, tanpa harus menunggu memiliki penghasilan besar.


“Melihat keadaan dan kehidupan beliau, saya justru belajar untuk lebih bersyukur. Meskipun kondisi beliau bisa dibilang sederhana, beliau tetap istiqamah menabung setiap hari. Hal itu membuat saya semakin bersemangat untuk menjemput tabungan beliau,” ungkapnya.


Kisah Ibu Puami menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi langkah penting untuk membangun kehidupan yang lebih baik.


Melalui pelayanan yang mudah dijangkau dan sesuai kebutuhan anggota, BMT NU berupaya mendampingi masyarakat dalam membangun kebiasaan menabung sekaligus mengembangkan usaha.


Ibu Puami pun berharap BMT NU ke depan semakin baik, senantiasa membawa keberkahan, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.


Baginya, setiap rupiah yang ditabung hari ini adalah bekal untuk hari esok. Dengan semangat dan istiqamah, ia terus melangkah, merawat harapan, serta membangun masa depan yang lebih baik bagi dirinya dan keluarga.

Bagikan Artikel: